JENIS – JENIS KOROSI 2

2 05 2011

JENIS – JENIS KOROSI 2

1. PITTING CORROSION

Adalah bentuk pengkaratan yang terpusat pada satu titik dengan kedalaman tertentu.

Sifat

Terpusat pada titik, kecil/dalam, susah dideteksi, lamert/arah gravitasi

Mekanisme

Dalam hal ini pH sangat mempengaruhi, pitting corrosion adalah korosi yang secara alami merupakan reaksi auto katalic

Bentuk karat baja ada 2 macam yaitu

2F(OH)2+             +             H2O       + Fe2+                             Fe2O3        + 6H+ ( magnetic )

Fe(OH)2+            + OH-                                    FeO(OH)              + H2O   

Pitting corrosion perlu diantisipasi adanya perbedaan katodik dengan anodik sehingga dalam membuat suatu konstruksi tidak akan berakibat fatal hanya karena korosi yang tidak tampak dari luar

Cara Pencegahan

  1. Meletakkan material tegak berdiri sehingga tidak akan terjadi genangan air pada permukaan logam
  2. Melapisi permukaan logam dengan pelindung atau lazim disebut coating baik organic maupun yang organic
  3. Penambahan inhibitor yang sesuai dengan lingkungannya
  4. Merubah lingkungan dengan mengurangi faktor utama penyebab dampak korosi
  5. Pemasangan seng anode yang sesuai dengan kondisi dimana korosi tersebut terjadi

2. SELECTIVE LEACHING

Adalah penghilangan suatu elemen alloy pada melalui proses korosi. Contoh proses penghilangan/pelepasan Zn dari grass alloy. Contoh lain adalah lunturnya salah satu unsur dari kobalt, chrom, alumunium dalam suasana alloy dengan Fe

Mekanisme

Kuningan mengurai, Ion ZN berada dalam larutan, the cooper plate kembali ke plat

Reaksi

2Zn         + O2                       ZnO

Zn           + 2OH                    Zn(OH)

Cara pencegahan

Proses dezincification dapat dikurangi dengan meminimalkan keganasan lingkungan atau dengan katodic protection.

Penambahan 1% tin pada 70 – 30 brass, atau dengan penambahan arsenic, antimony, atau phosporus sebagai inhibitor

Graphitization, dapat terjadi karena terdapat perbedaan graphit dan besi pada struktur logam. Dengan demikian sebagian Fe meninggalkan vacant pada struktur graphit logam.

2. KOROSI EROSI

Korosi erosi adalah percepatan atau penambahan keburukan sifat material karena gerakan relatif antara fluida korosif dan permukaan metal

Faktor yang mempengaruhi

Permukaan film

Kecepatan, bertambahnya kecepatan secara umum akan mengakibatkan bertambahnya pengikisan terutama jika diselubungi aliran yang berkecepatan kuat.

Turbulen, turbulen mengakibatkan gerakan cairan lebih besar pada permukaan logam dibanding laminar dan terjadi persentuhan yang lebih antara logam dengan sekitarnya

Efek galvanic dan sifat metal/campuran

Cara mengatasi korosi erosi

Material dengan ketahanan korosi yang baik

Perancangan, penambahan diameter pipa membantu dari segi mekanika dalam hal pengurangan kecepatan dan membuat agar aliran yang terjadi adalah aliran laminar

Perubahan pada lingkungan, deareation dan penambahan inhibitor

Coating dan kathodic protection

Jenis – jenis korosi

  1. Korosi erosi (akibat gesekan antara fluida dengan logam sehingga logam tergerus)
  2. Korosi kavitasi (akibat adanya benturan gelembung fluida dengan permukaan logam sehingga berakibat luka terhadap permukaan logam tersebut)
  3. Fretting corrosion (akibat gesekan antara logam dengan logam dan berakibat suhu logam naik dan tergerus sesama logam)

 

Korosi kavitasi dijelaskan dalam beberapa langkah berikut

ü  Bentuk kavitasi bubble pada perlindungan film

ü  Pecahnya bubble dan kerusakan film

ü  Kerusakan permukaan metal dan perubahan bentuk film

ü  Bentuk kavitasi bubble yang baru satu titik

Fretting Corrosion akan terjadi jika :

ü  Interface harus dalam kondisi pembebanan

ü  Getaran atau gerakan relatif yang berulang diantara dua permukaan harus terjadi

ü  Beban dan getaran aktif dari interface harus mampu menghasilkan slip atau deformasi pada permukaannya

Mekanisme terjadi fretting corrosion

Teori wear oxydation, berdasarkan pada pengelasan dingin atau fusi yang terjadi pada interface permukaan metal yang mengalami tekanan, dan selama gerakan relatif titik kontaknya terputus dan fragmen dari metalnya berpindah. Fragmen ini menyebabkan terjadinya oksidasi

Teori Oxydation water, berdasarkan bahwa banyak permukaan metal yang dilindiungi dari oksidasi atmosfir oleh suatu lapisan tipis oksida yang ada pada metal tersebut. Ketika metal mengalami kontak dibawah pembebanan dan gerakan relatif yang berulang, lapisan oksida terputus pada titik yang tinggi dan menghasilkan oksida debris

Pencegahan

ü  Pelumasan dengan oli atau gemuk berviskositas rendah

ü  Menaikkan harga kekerasan dari salah satu atau kedua material yang bersinggungan

ü  Menaikkan gesekan antara material – material yang dipasangkan dengan memperkasar permukaan

ü  Menggunakan gasket untuk meredam getaran dan memindahkan oksigen pada permukaan bantal

ü  Menaikkan beban untuk mengurangi slip antara pasangan – pasangan material

ü  Menurunkan beban pada permukaan bantalan

ü  Naikkan kecepatan relatif antara bagian – bagian untuk mengurangi serangan korosi

About these ads

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: