ANALISIS GELOMBANG KURUN WAKTU PENDEK

20 06 2011
  • Gelombang laut mempunyai bentuk dan arah gerakan tak beraturan/acak (random) dan tidak pernah berulang urutan kejadiannya, sehingga teori gelombang reguler tidak dapat secara langsung (deterministik) menjelaskannya. Oleh karena itu diterapkanlah metode statistik untuk mengkuantifikasi sifat gelombang acak
  • nTiap satu rekaman gelombang diambil sekitar 10 s/d 30 menit (minimim memuat 100 sampel gelombang (lihat Gbr. 2.1 dan 2.2)
  • Tiap gelombang dalam satu rekaman mempunyai harga kombinasi tinggi H, amplitudo zw, periode puncak Tp dan periode simpangan nol Tz yang berbeda-beda
  • Dengan metode statistik ukuran gelombang acak diberikan dalam bentuk harga rata-rata, signifikan, 1/10 tertinggi dll dari H, zw, Tp dan Tz
    nAnalisis yang dilakukan terhadap satu atau beberapa rekaman gelombang disebut analisis kurun waktu pendek (short-term wave analysis – STWA)
  • Dengan STWA ternyata dapat diidentifikasi bahwa H (dan juga zw) mempunyai distribusi yang dapat didekati oleh distribusi teoretis dari Rayleigh; dengan persamaan kepadatan peluang / probability density function (pdf) à lihat juga Gbr. 2.3
  • Bila depresi permukaan gelombang setiap saat z diukur pada setiap interval waktu tertentu yang cukup kecil, mis. Dt = 0.5 det, maka distribusinya akan mendekati distribusi normal atau Gaussian (lihat Gbr. 2.5)

ANALISIS GELOMBANG KURUN WAKTU PANJANG

  • Analisis gelombang kurun waktu panjang (long-term wave analysis – LTWA) adalah analisis yang dilakukan terhadap kumpulan data-data gelombang yang telah diperoleh dalam kurun waktu tahunan (minimal 1 tahun).
  • Bila satu rekaman gelombang diperoleh setiap 30 menit, maka dalam 1 hari akan diperoleh idealnya 24 rekaman (pertimbangkan 30 menit antar waktu pengukuran sebagai setting peralatan). Maka dalam 1 tahun akan diperoleh sejumlah 24 x 365 data = 8760 data (minimum berisi kombinasi antara Hs dan Tp , Tz atau T rata-rata).
  • Bila ditinjau dari jumlah sampel gelombang, maka 1 tahun akan diperoleh 8760 data x 100 sampel = 876,000 sampel gelombang (asumsikan tiap rekaman berisi 100 sampel gelombang).
  • Data gelombang lazimnya diperoleh dengan mempertimbangkan arah propagasi gelombang.
  • Disamping itu analsis yang lengkap juga akan memilahkan antara gelombang yang terbentuk oleh angin lokal dan gelombang yang datang dari tempat yang jauh (swell).
  • Data gelombang kurun waktu panjang umumnya disajikan dalam tabel yang dikenal sebagai diagram sebaran gelombang (wave scatter diagram)
  • Salah satu hal terpenting dalam LTWA adalah meramalkan intensitas gelombang-gelombang kurun waktu panjang dari data yang relatif terbatas.
  • Kebanyakan badan berwenang (API) atau klasifikasi (ABS, DNV) mensyaratkan perancangan bangunan laut harus didasarkan pada gelombang 1-tahunan (kondisi ekstrem operasi) dan gelombang 100-tahunan (kondisi survival, ULS)
  • Distribusi gelombang dalam kurun waktu panjang dapat didekati dengan distribusi kontinyu dari Weibull (1951), yang fungsi kepadatan peluangnya (probability density function) diberikan dalam bentuk persamaan:
  • nP(H) dihitung dengan memasukan durasi terjadinya badai yang menyebabkan timbulnya gelombang, yi. ± 3 jam [Ochi, 1978].
  • Jadi peluang terjadinya gelombang ekstrim kurun waktu panjang atau PLT(H) adalah sama artinya dengan menghitung peluang terjadinya semua gelombang yang mempunyai intensitas lebih kecil dari gelombang ekstrim tersebut.

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: