Material Requirement Planning

23 10 2011

Planning control Material

Terdapat beberapa cara yaitu kotak (box system), SMC (statistical media control), MRP I, kanban (kartu), MRP II, JIT (just in time)

 

Material Requirement Planning (dependent)

Kebutuhan material

  •  Independent (dibeli tidak tergantung pada material lain)

Continous, defineable patern, fluctuated (because of market), finished

  •   Dependent

Connected with another item, lumpy (on again, off again)

Input MRP

Tiga input MR adalah

MPS (master production schedule)

ISR (Inventory status record) data – data yang ada digudang atau vendor

BOM (bill of material) atau product structure

 

Product Structure

Adalah daftar material yang secara konstruktif atau proses saling berhubungan

 

Low level coding

Artinya kedudukan atau level komponen dalam rangkaian structure product

 

MRP merupakan cara perencanaan material dengan membuat beberapa hal

  •  Gross requirement (Kebutuhan material sesuai MPS pada periode tertentu)
  •   Schedule receipts (Material yang sudah diorder dan tinggal ditunggu kedatangannya)
  •   Project on hand (Material yang sudah ada digudang atau merupakan penambahan material digudang)
  •  Net requirement (Perbedaan antara gross requirement dengan schedule receipts dan project on hand)
  •  Planned order receipts (Rencana kedatangan material sesuai dengan ukuran lot size (sudah diorder dan tinggal menunggu kedatangannya dengan menyesuaikan LT, POR, dan merupakan keturunan PORI)
  • Planned order release (Kedepan suatu order harus dilakukan dan berapa jumlahnya)

 

MRP Vs EOQ Comparison

Disadvantages of EOQ

  • Investary inventori besar
  •   Kurang sesuai untuk variasi demand yang tinggi
  •   Stock keamanan perlu investasi besar
  •  Forecast dilakukan untuk seluruh item
  •   Perencanaan didasarkan pada data kebutuhan masa lalu
  •   Kerusakan material sangat sering terjadi

 

Meskipun MRP lebih unggul namun dalam praktek sangat tergantung dari kondisi inventory berikut perbedaannya

MRP (discontinuous, non uniform, Dependent demand)

EOQ (Continuous, uniform, independent demand)

 

MRP Types

Ada 2 macam MRP yaitu

1. MRP regenerative system

System ini secara keseluruhan mengalkulasi ulang semua sistem setiap periode pendek

2. MRP Net Change System

System ini mengalkulasi ulang item secara parsial dan setiap periode panjang

 

Kelemahan MRP

  •   LT harus diketahui secara pasti
  •   Routing harus FIX
  •  Semua beban diasumsikan dikerjakan oleh kapasita tak terbatas




Material Konstruksi bangunan laut (sederhana)

23 10 2011

Material konstruksi pada bangunan laut

  1. Material Utama

– Pelat

– profil

– Pipa

– Round bar/plat bar

– Cat

  1. Material Bantu/auxillary material

– Mur, baut, dan sekrup

– Revet/keling

– Elektrode las

  1. Material alat

– Excluding and including power

– Setang las

– Penjepit elektrode

  1. Material habis

– oli, LPG, dan Majun

  1. Lain-lain

– K3 atau safety equipment





Manajemen Proyek

23 10 2011

Manajemen Proyek memiliki unsur yaitu Scope (cakupan), planning, organisasi, aktivitas, kontrol, dan evaluasi

Proyek adalah suatu upaya atau usaha temporer atau sementara untuk menciptakan suatu produk atau jasa yang unik.

Proyek biasanya termasuk beberapa orang yang melakukan kegiatan yang saling berhubungan atau terkait.

Konsumen utama proyek tersebut akan tertarik pada penggunaan sumberdaya yang efektif guna penyelesaian proyek tersebut, bila dilakukan secara efisien dan tepat waktu.

  • Proyek memasukkan ketidak pastian. Karena suatu proyek itu unik, kadang-kadang sulit untuk secara jelas mendefinisikan: sasaran proyek, estimasi berapa lama proyek tersebut selesai, atau berapa biaya yang diperlukan. Ketidak pastian ini yang menjadi alasan utama dilakukan pengelolaan proyek dalam menghadapi tantangan, terutama proyek yang memasukkan teknologi baru.
  •   Program adalah sekelompok proyek yang dikelola dengan cara koordinasi untuk mendapatkan keuntungan yang tidak didapatkan dari pengelolaannya secara individu.

Suatu proyek mempunyai maksud atau tujuan yang unik. Proyek dapat dipandang dari atributnya, yaitu:

  • jangka waktu,
  •   maksud,
  •  kepemilikan (ownership),
  •   sumberdaya,
  •   peranan, resiko dan asumsi,
  •   tugas saling ketergantungan (interdependent tasks),
  •   perubahan organisasi, dan
  •   pengoperasian dalam lingkungan yang lebih besar dari proyek itu sendiri.

 

  •   Maksud. Suatu proyek seharusnya mempunyai sasaran yang tertentu (well defined objective). Hasil dari proyek memberikan produk, jasa dan outcome yang unik. Kegiatan proyek harus mencapai atau melebihi kebutuhan dan harapan dari stakeholders.

Jangka Waktu (time frame) proyek hanya sementara atau temporer. Suatu proyek mempunyai akhir dan awal yang pasti.

Kepemilikan. Proyek harus memberikan sesuatu yang bernilai ke individu atau kelompok yang akan menjadi pemilik dari proyek tersebut setelah proyek tersebut selesai. Untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemilik atau bukan pemilik proyek tersebut tidak selalu mudah. Misalnya: berbagai kelompok yang berbeda akan berjuang untuk dapat ditentukan siapa yang akan memiliki atau bukan pemilik dari sistem, data, dukungan dan biaya akhir dari implementasi dan perawatan (maintaining) sistemnya.

Sumberdaya.

Suatu proyek memerlukan sumberdaya: waktu, uang, orang dan teknologi yang seringkali dari berbagai area. Perusahaan akan melakukan kontrak dengan konsultan untuk mendapatkan masukan (input). Sumberdaya memberikan arti untuk pencapaian tujuan proyek dan juga bertindak sebagai hambatan. Misalnya: Lingkup proyek, atau kerja yang harus diselesaikan, ditentukan secara langsung oleh tujuan proyek, Jadi apabila kita tahu apa yang harus diselesaikan, maka kita akan bisa menggambarkan bagaimana penyelesaiannya.

  • Apabila sponsor proyek meminta penambahan sesuatu hal (feature) ke sistem, bagaimanapun permintaan tersebut diragukan apakah akan memerlukan sumberdaya tambahan dalam bentuk kerja tambahan dari bagian yang ada di tim proyek. Penggunaan sumberdaya proyek mempunyai biaya yang berhubungan atau harus dimasukkan ke dalam keseluruhan biaya dari proyek.
  • Kadang-kadang orang dari luar perusahaan seperti dari pemasok dan perusahaan konsultanlah yang akan menjadi sumberdaya guna memenuhi sasaran proyek.

Peranan.

Sekarang, proyek memerlukan individual yang berbeda-beda dengan berbagai rangkaian keterampilan. Meskipun keterampilan ini berbeda-beda pada proyek yang berbeda-beda, suatu proyek khusus seharusnya memasukkan hal-hal tersebut di bawah ini:

  • Manajer Proyek
  •   Sponsor Proyek
  •   Pakar pada Materinya (Subject Matter Expert(s)- SME
  • Pakar Teknis (Technical Expert(s)




SCF

23 06 2011

Hot Spot adalah lokasi pada suatu sambungan tubular dimana terjadi tegangan tarik tekan maksimum. Secara umum diidentifikasi ada tiga tipe tegangan dasar yang menyebabkan munculnya hot spot

  • Tipe A, disebabkan oleh gaya-gaya aksial dan momen-momen yang merupakan hasil dari kombinasi frame dan truss jacket
  • Tipe B disebabkan detail-detail sambungan struktur seperti geometri sambungan yang kurang memadai Variasi kekakuan bervariasi disambungan dll
  • Tipe C disebabkan oleh faktor metalurgis yang dihasilkan dan kesalahan pengelasan, seperti undercut, porosity dll

SCF adalah faktor konsentrasi tegangan

Faktor yang harus dipertimbangkan dalam penentuan SCF

–          Rentang tegangan

–          Besarnya SCF untuk tiap sambungan akan berbeda tergantung pada geometrinya dan SCF ini merupakan parameter yang dapat mengindikasikan kekuatan sambungannya. Konsentrasi tegangan menggambarkan suatu kondisi dimana telah terjadi tegangan lokal yang tinggi akibat dari geometri sambungan tersebutm sehingga dibutuhkan keakuratan yang tinggi dalam penentuan nilai tegangan hot spot, dan juga penentuan SCF untuk jenis sambungan yang berbeda





PERSAMAAN KELELAHAN TERANGKAI (CLOSED-FORM FATIGUE EQUATION)

22 06 2011
vMetoda peramalan kerusakan akibat kelelahan pada suatu struktur telah diperkenalkan oleh Palmgren-Miner melalui persamaan akumulasi kerusakan:
vBila p(S) adalah pdf tegangan yang dapat didefinisikan sedemikian rupa sehingga p(Si)dS adalah ekuivalen dengan jumlah osilasi komponen tegangan dengan harga-harga puncak berada dalam interval dS dan harga rata-ratanya Si. Selanjutnya dengan mengambil f dan T , masing-masing sebagai frekuensi rata-rata tegangan yang bervariasi acak dan kurun waktu kerja, maka pertambahan kerusakan akibat Si yang terjadi selama interval T adalah :
vN(Si) adalah jumlah siklus yang akan mengakibatkan kerusakan pada level Si. Dari pers (5.2) harga kerusakan yang diharapkan (expected failue) untuk terjadi dalam periode waktu tertentu, T, akan diperoleh dengan mengintegrasikan kontribusi siklus seluruh komponen tegangan, yakni:
vBila T adalah umur operasi struktur sebagaimana direncanakan (yi. TL), maka TL= NL/f. Sehingga pers (5.3) dapat dituliskan kembali, dengan mengganti N=A/Sm , sebagai berikut:
vBila parameter Se didefinisikan sebagai besarnya tegangan ekstrem yang akan terjadi satu kali dalam keseluruhan siklus NL maka l akan dapat dihitung  sebagai:
vParameter x akan diperoleh dari iterasi berdasarkan hasil pL(S) dan NL .
vDengan memasukkan pers (5.5) ke pers (5.4) akan didapat:
vIntegral dalam pers (5.7) dapat disederhanakan dengan memakai fungsi gamma, G(n) dan memasukkan ke pers (5.6) sebagai  berikut:
vBila fungsi gamma didefinisikan sebagai:
vAnalogi faktor di belakang tanda integral dalam pers (5.8) dan (5.9) didapat:
vAtau, dengan memasukkan pers (5.10) ke pers (5.7) akhirnya diperoleh persamaan:

disebut sebagai PERSAMAAN UMUR KELELAHAN TERANGLKAI

atau  CLOSED-FORM FATIGUE LIFE EQUATION





Kelelahan Struktur Bangunan laut dengan Metode Deterministik dan Akibat Gelombang Acak

22 06 2011

PERHITUNGAN KELELAHAN STRUKTUR BANGUNAN LAUT DENGAN METODE DETERMINISTIK

v  Secara ringkas prosedur penyelesaian perhitungan kelelahan struktur dapat dilakukan sbb :

  1. Peroleh data distribusi gelombang berisi harga-harga Hi (m), Ti (detik) dan Pi
  2. Hitung beban gelombang pada setiap sambungan yang ditinjau sebagai fungsi  Hi (m), Ti (detik) (dengan teori gelombang reguler à metode deterministik)
  3. Hitung rentang tegangan nominal  Si(nom) (N/mm2) untuk tiap-tiap sambungan (melalui stress analysis, FEM)
  4. Hitung  SCF yang sesuai untuk jenis sambungan yang ditinjau
  5. Hitung rentang tegangan maksimal Si (N/mm2) pada hot spot
  6. Pilih diagram S-N untuk jenis sambungan yang sesuai dan hitung harga-harga Ni sebagai fungsi Si (N/mm2) ; dapat dibaca dari grafik atau diselesaikan dari pers NSm=A
  7. Hitung tiap-tiap Pi/(NixTi) dan masukkan ke pers (3.4) untuk memperoleh umur kelelahan sambungan yang ditinjau T (hasil akhir dalam tahun)

 

RINGKASAN PROSEDUR PERHITUNGAN BEBAN KELELAHAN AKIBAT GELOMBANG ACAK

  1. Melakukan analisis beban gelombang reguler untuk menghasilkan RAO respons struktur (Bending Moment, Shear Force); dilakukan untuk berbagai arah gelombang yang sesuai (mis. 0, 45, 90, 135, 180 deg)
  2. Mentransformasikan RAO respons struktur menjadi RAO tegangan (stress analysis, FEM)
  3. Menentukan mode operasi bangunan laut dengan mempertimbangkan data sebaran gelombang (wave scatter diagram), peluang kejadian arah gel, kombinasi H & T gelombang, variasi spektra gel (bila ada), kecepatan (untuk kapal yang melaju)
  4. Menghitung spektra respons tegangan sesuai dengan mode operasi dalam butir 3)
  5. Menentukan jumlah siklus tegangan (pers. 4.2) dan sebaran siklus tegangan dalam kurun waktu pendek sesuai dengan dist Rayleigh (pers. 4.4) untuk tiap-tiap mode operasi dalam butir 3).
  6. Menghitung sebaran siklus tegangan dalam kurun waktu panjang (yang merupakan penjumlahan siklus tegangan dalam kurun waktu pendek) dengan mempertimbangkan umur operasi T (tahun à detik) dan peluang kejadian elemen-elemen dalam mode operasi dalam butir 3), dan menyelesaikan pers. (4.1) dan (4.3)  à distribusi sebaran beban kelelahan akan mengikuti distribusi Weibull
  7. Mengkorelasikan hasil analisis dan perhitungan sebaran siklus tegangan dalam kurun waktu panjang dari butir 6) dengan data kelelahan kurva S-N memakai hukum Palmgren-Miner (pers. 4.1) untuk menentukan umur kelelahan sambungan struktur yang ditinjau.




Grafik dan Kurva SN

22 06 2011

GRAFIK DAN KURVA SN

v  Grafik S-N memuat sebaran data hasil test kelelahan (dilakukan di labora-torium à lihat Gbr. 2.1 dan 2.2) untuk konfigurasi sambungan struktur tertentu

v  Grafik S-N menampilkan korelasi antara rentang tegangan (stress range), S (MPa atau N/mm2), dan jumlah siklus, N, pembebanan yang mengakibatkan kelelahan (didefinisikan sebagai terjadinya keretakan awal pada sambungan)

v  Grafik diberikan dalam skala log – log

v  Kurva S-N adalah garis rata-rata sebaran data yang diturunkan dengan pendekatan regresi

v  Tingkat keyakinan akurasi penentuan kurva S-N dipengaruhi oleh parameter kemiringan (slope) dan intersepsi (intercept) atau posisi kurva di dalam grafik. Kedua parameter mempunyai ketaktentuan (uncertainty). Kombinasi ketaktentuan kedua parameter menjadikan ketaktentuan total kurva S-N

v  Dalam perancangan praktis biasanya dipilih kurva dengan tingkat keyakinan 95% (kira-kira sama dengan menurunkan kurva rata-rata dengan 2 kali simpangan baku)